Tasikmalaya dikenal sebagai "Kota Santri", namun predikat religius tak cukup diukur dari simbol dan jumlah majelis saja. Aswaja An-Nahdliyah dengan nilai Tawasuth, Tawazun, Tasamuh, dan I’tidal seharusnya menjadi ruh dalam kebijakan publik, tata kelola kota, serta kehidupan sosial.