TASIKMALAYA – Kondisi infrastruktur di wilayah pinggiran Kota Tasikmalaya kembali mendapat sorotan. Warga Kampung Cipawela, Kecamatan Kawalu, mengeluhkan padamnya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang Jalan Air Tanjung yang hingga kini belum mendapatkan perbaikan permanen dari pihak terkait.
Ketua Rayon Persiapan Sosektan Universitas Perjuangan Tasikmalaya, Azhar Firdaus, menyampaikan bahwa kondisi gelap gulita di jalur tersebut telah berlangsung lama. Menurutnya, minimnya cahaya bukan sekadar masalah kenyamanan, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan warga.
"Minimnya penerangan sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan karena jarak pandang yang terbatas. Padahal, akses ini sangat krusial bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat, terutama pada malam hari," ujar Azhar.
Soroti Kinerja Dinas Terkait
Sejauh ini, warga mempertanyakan fungsi pengawasan dan pemeliharaan yang seharusnya dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tasikmalaya. Kurangnya respons cepat terhadap fasilitas publik ini dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap hak keamanan warga di ruang publik.
Menanggapi situasi yang berlarut-larut, warga Kampung Cipawela bersama unsur mahasiswa mendesak:
Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan lampu jalan.
Pihak Kelurahan Talagasari agar lebih proaktif mengawal keluhan warga ke tingkat kota.
Perbaikan segera di titik-titik krusial Jalan Air Tanjung agar aktivitas malam hari kembali normal dan aman.
Hingga berita ini diturunkan, warga berharap adanya langkah konkret dari pemerintah setempat agar Jalan Air Tanjung tidak lagi menjadi jalur yang rawan akibat minimnya penerangan.