Tasikmalaya – Pengurus Komisariat Korps PMII Putri (KOPRI) Institut Nahdlatul Ulama (INU) Tasikmalaya berkolaborasi dengan Kementerian Hukum dan HAM DEMA INU Tasikmalaya serta Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) INUTAS menyelenggarakan kajian bertajuk "Ketidakadilan Gender: Analisis Kritis Relasi Kuasa dan Penguatan Satgas PPKS di Lingkungan Perguruan Tinggi" dengan subtema "Mengurai Akar Kekerasan Seksual dan Urgensi Implementasi Kampus Aman." Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Google Meet pada Rabu, 29 Juli 2026 pukul 15.00 WIB.
Kajian menghadirkan Cecep Saepul Milah, S.H., M.H., selaku Ketua Satgas PPKS INUTAS, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa ketidakadilan gender dan relasi kuasa yang tidak seimbang merupakan salah satu faktor yang dapat memicu terjadinya kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan yang sistematis melalui penguatan kebijakan, edukasi, serta optimalisasi peran Satgas PPKS sebagai lembaga yang bertugas menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan seksual.
Diskusi berlangsung secara interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi. Berbagai persoalan mengenai pencegahan kekerasan seksual, mekanisme pelaporan, perlindungan korban, hingga pentingnya membangun budaya saling menghormati di lingkungan akademik menjadi fokus pembahasan selama kegiatan berlangsung.
Melalui kolaborasi ini, KOPRI INU Tasikmalaya, Kementerian Hukum dan HAM DEMA INU Tasikmalaya, dan Satgas PPKS INUTAS berharap kegiatan kajian tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya kesetaraan gender, pencegahan kekerasan seksual, serta penguatan implementasi kebijakan Kampus Aman. Diharapkan seluruh peserta dapat menjadi agen perubahan yang turut menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, adil, dan berperspektif gender.