TASIKMALAYA, Maraknya aksi brutal dan ugal-ugalan yang dilakukan gerombolan geng motor belakangan ini kian meresahkan masyarakat Kota Tasikmalaya. Kota yang seharusnya aman, damai, dan tenteram kini dinilai warga telah berubah menjadi "zona merah" yang tidak aman lagi akibat berulangnya aksi kriminalitas jalanan.

Situasi keamanan yang semakin memprihatinkan tersebut memicu keprihatinan mendalam dan tanggapan tajam dari kalangan mahasiswa. Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Mayasari Bakti (UMB), Desti Nur Padilah, angkat bicara menyuarakan keresahan masyarakat atas aksi kekerasan yang terus memakan korban.

"Kondisi keamanan di Kota Tasikmalaya saat ini sudah berada di titik yang sangat memprihatinkan. Kota yang seharusnya menjadi tempat yang aman, damai, dan tenteram bagi seluruh warga, kini seolah berubah menjadi zona merah yang menakutkan akibat maraknya aksi kejahatan jalanan oleh kelompok geng motor," ujar Desti dalam keterangannya.

Ia menyoroti nasib masyarakat kecil yang menggantungkan hidupnya di jalanan hingga larut malam. Menurutnya, kelompok pedagang hingga pekerja malam menjadi pihak yang paling rentan menjadi korban kekerasan tanpa alasan yang jelas.

"Masyarakat kecil, seperti para pedagang Jasuke dan pekerja malam, menjadi pihak yang paling rentan dan terus dibayangi rasa takut saat mengadu nasib di jalanan. Berulangnya aksi kekerasan hingga memakan korban jiwa ini tidak bisa lagi dianggap sebagai kejadian biasa, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan warga," lanjutnya.

Desti juga menyampaikan penyesalannya karena tidak dapat hadir langsung dalam aksi demonstrasi untuk menyampaikan aspirasi tersebut di jalan raya. Kendati demikian, ia menegaskan komitmennya untuk tetap menyuarakan keresahan masyarakat melalui jalur publik.

"Sangat amat disayangkan, saya tidak bisa hadir langsung turun ke jalan bersama rekan-rekan untuk menyuarakan hal ini. Oleh karena itu, melalui media ini, saya ingin menyuarakan keresahan pribadi saya sekaligus mewakili jeritan rakyat kecil yang merindukan rasa aman," tegas Desti.