TASIKMALAYA – Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Komisariat Institut Nahdlatul Ulama (INU) Tasikmalaya menggelar sebuah kajian fikih nisa yang sangat penting dan relevan, bertajuk "KHIDMAH" (Kajian Hukum Ibadah Dan Darah Masa Haid). Acara ini dihadiri oleh para kader putri dari berbagai fakultas di lingkungan INU Tasikmalaya, yang antusias untuk mendalami materi yang kerap dianggap tabu namun krusial bagi keseharian seorang muslimah.

Kajian yang diselenggarakan di Kampus I INU Tasikmalaya pada hari Rabu, 06 Mei 2026, pukul 15.00 WIB ini, menghadirkan narasumber utama Nova Siti Umaya, M.Sos. Dalam pemaparannya, Nova membedah tuntas berbagai hukum seputar haid, nifas, dan istihadoh, serta implikasinya terhadap berbagai jenis ibadah. Melalui pemaparan yang komprehensif dan mudah dipahami, peserta kajian dibekali pengetahuan yang benar dan kuat agar tidak ragu dalam menjalankan ibadahnya.

Ide untuk menyelenggarakan kajian ini bermula dari inisiasi Ketua KOPRI Komisariat INU Tasikmalaya, Siti Maryam. Beliau melihat adanya kebutuhan yang mendesak akan pemahaman yang benar mengenai hukum fikih nisa di kalangan mahasiswa putri.

"Kami melihat bahwa masih banyak kekeliruan dan keraguan dalam pemahaman hukum haid, terutama di kalangan mahasiswa. Hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap keabsahan ibadah kita. Oleh karena itu, kami merasa perlu untuk mengadakan kajian ini agar para kader KOPRI khususnya, dapat memahami dan menjalankan ibadahnya dengan lebih tenang dan benar," ujar Siti Maryam.

Lebih lanjut, Siti Maryam menekankan bahwa pemahaman fikih nisa tidak hanya penting untuk keabsahan ibadah secara ritual, tetapi juga untuk kenyamanan dan ketenangan batin seorang muslimah dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari.

"Kami ingin para kader KOPRI tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga shalihah dan mandiri dalam beribadah. Dengan memahami hukum haid, mereka dapat mengatur waktu dan kegiatannya dengan lebih baik, sehingga ibadah tetap dapat berjalan dengan lancar dan tidak terganggu," tambahnya.

Sebagai tindak lanjut dari kajian ini, KOPRI Komisariat INU Tasikmalaya juga berencana untuk membuat kalender jadwal haid khusus untuk para kadernya. Kalender ini diharapkan dapat membantu para kader dalam memantau dan mencatat jadwal haid mereka dengan lebih rapi dan tertata.

"Dengan adanya kalender ini, kami harap para kader dapat lebih mudah dalam mengatur waktu ibadahnya dan terhindar dari keraguan dalam menentukan keabsahan ibadahnya," tutup Siti Maryam.

Kajian KHIDMAH ini merupakan salah satu dari serangkaian kegiatan yang rutin diselenggarakan oleh KOPRI Komisariat INU Tasikmalaya untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi para kadernya. Melalui berbagai kegiatan seperti ini, diharapkan para kader KOPRI dapat menjadi muslimah yang cerdas, mandiri, dan shalihah.