TASIKMALAYA – Aula Kampus Institut Nahdlatul Ulama (INU) Kota Tasikmalaya dipenuhi suasana hangat dan penuh kesederhanaan pada Rabu sore (25/02). Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Tasikmalaya menyelenggarakan agenda buka bersama yang menjadi puncak dari rangkaian diskusi publik mengenai cita-cita reformasi kepolisian.

Momen berbuka puasa ini menjadi potret nyata dari semangat persaudaraan mahasiswa yang tetap terjaga di tengah tajamnya dialektika pemikiran mengenai institusi negara.

Keakraban dalam Kesederhanaan

Pemandangan di dalam aula memperlihatkan kentalnya rasa kekeluargaan. Tanpa sekat pembatas maupun formalitas yang kaku, para kader mahasiswa tampak duduk melingkar, menciptakan ruang bagi setiap individu untuk berinteraksi secara setara sembari menanti kumandang azan Magrib.

Saat waktu berbuka tiba, suasana yang sebelumnya serius seketika mencair. Hidangan takjil dan nasi kotak dinikmati dengan penuh khidmat dalam suasana yang sangat bersahaja. Canda gurau ringan serta obrolan santai mengiringi santap malam tersebut, menunjukkan bahwa perbedaan argumen yang muncul dalam diskusi tetap bermuara pada kesolidan organisasi. Semangat ini mencerminkan identitas mahasiswa pergerakan yang tetap rendah hati namun memiliki kepedulian tinggi terhadap isu-isu kebangsaan.

Bedah Reformasi dalam Diskusi Publik

Sebelum momen berbuka yang hangat tersebut, rangkaian kegiatan diisi dengan diskusi mendalam mengenai masa depan institusi kepolisian. Fokus utama yang dibahas adalah urgensi perubahan menyeluruh yang menyentuh tiga dimensi fundamental. Dimensi struktural menjadi sorotan terkait kemandirian institusi, disusul dimensi instrumental yang menuntut pembaruan doktrin dan regulasi agar senantiasa selaras dengan prinsip Hak Asasi Manusia (HAM).

Poin yang paling ditekankan adalah dimensi kultural. Forum ini menyoroti perlunya transformasi mentalitas anggota polisi agar beralih dari pola pikir militeristik menuju pendekatan yang lebih humanis. Kritik tajam muncul mengenai masih adanya intimidasi dan kekerasan yang berakar dari kultur lama yang sulit dilepaskan. Penekanan juga diberikan pada pentingnya pembenahan sistem perekrutan guna memutus rantai perilaku represif sejak dini.

Pesan yang kuat dalam diskusi tersebut adalah bahwa citra kepolisian harus dibangun melalui kejujuran internal. Institusi diharapkan tidak hanya fokus pada kesalahan masyarakat, melainkan berani mengevaluasi pelanggaran di dalam tubuh sendiri yang seringkali dinormalisasi. Aspirasi yang disuarakan adalah keinginan kolektif agar polisi kembali pada marwah aslinya sebagai pelayan masyarakat yang sejati.

Menutup Hari dengan Komitmen Bersama

Agenda buka bersama ini dipungkasi dengan komitmen untuk terus mengawal perbaikan institusi penegak hukum. Semangat kebersamaan yang dipupuk di Aula INU menjadi simbol bahwa nalar kritis dapat tumbuh subur di tengah suasana kekeluargaan yang erat.

Melalui kegiatan ini, PC PMII Kota Tasikmalaya membuktikan bahwa Ramadan adalah momentum terbaik untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus mempertegas keberpihakan pada keadilan. Rangkaian acara ditutup dengan penuh kedamaian seiring dengan selesainya santap malam bersama seluruh kader.