TASIKMALAYA – Korps PMII Putri (KOPRI) Komisariat INU Tasikmalaya kembali memantik iklim intelektual di lingkungan kampus dengan menggelar diskusi publik bertajuk “GENDER: Antara Realita dan Konstruksi Sosial”. Agenda yang berlangsung di Kampus INU Tasikmalaya pada Rabu (01/04/2026) pukul 15.00 WIB ini menghadirkan Sahabat Laura Natalia dari PC KOPRI Kota Tasikmalaya sebagai pemantik diskusi.
Forum ini dirancang untuk mendobrak kekeliruan kolektif yang masih kerap mengaburkan batasan antara kodrat biologis dan konstruksi sosial di tengah masyarakat.
Ketua KOPRI Komisariat INUTAS, Siti Maryam, menegaskan bahwa gagasan menyelenggarakan forum ini berangkat dari realitas lapangan yang dinilai sangat krusial. Pemahaman gender dinilai bukan hanya konsumsi intelektual kader perempuan, melainkan ruang belajar yang wajib diakses oleh laki-laki dan perempuan secara setara.
"Selama ini ada kesalahpahaman sistemik di mana isu gender sering kali dianggap sebatas 'urusan perempuan' atau malah disalahartikan sebagai kodrat yang mutlak. Akibatnya, keterlibatan kader laki-laki dalam agenda kaderisasi KOPRI—seperti Sekolah Islam Gender (SIG)—masih sangat minim. Padahal, kesetaraan dan keadilan gender tidak akan pernah tercapai jika laki-laki tidak dilibatkan dalam proses dekonstruksi pemikirannya," tegas Siti Maryam.
Beliau menambahkan, diskusi ini dihadirkan sebagai jembatan inklusif untuk membuka wawasan awal, khususnya bagi para kader laki-laki, sebelum melangkah ke jenjang kaderisasi formal KOPRI.
Melalui diskusi ini, Siti Maryam bersama KOPRI INUTAS mengusung pesan kunci: “Jangan melihat gender, lihatlah potensi dan kapasitas setiap individu.” Forum tersebut diharapkan mampu mencetak kader-kader akademisi yang kritis, adaptif, serta responsif terhadap isu-isu keadilan gender di ruang publik maupun organisasi.